Anggrek Dendrobium fimbriatum

(Kedaulatan Rakyat – 29 Desember 2002)

Oleh : Adi Mustika

Keindahan bunga anggrek sudah dikagumi orang sejak lama.  Catatan paling awal mengenai bunga anggrek mungkin berasal dari negeri Cina pada sekitar 1000 – 600 Sebelum Masehi, yaitu dalam sebuah syair yang berjudul “Fang Yu Chueh” (Di dalam Sarang Burung Magpie di Atas Tanggul).  Dalam syair itu disebutkan nama anggrek “Ni”.  Confusius (551-479 SM) juga ada menyebut nama anggrek “Che Lan”.

Cerita mengenai bunga anggrek juga disebut-sebut dalam kisah Raja Sulaiman yang bertahta di Jerusalem pada kira-kira 970 – 931 Sebelum Masehi.  Menurut cerita tersebut, pada suatu hari Ratu dari negeri Sheba datang ke Jerusalem menemui Raja Sulaiman. Kedatangannya juga membawa persembahan kepada Raja Sulaiman berupa perhiasan emas dan rempah-rempah.  Konon kabarnya diantara persembahan itu terdapat juga tanaman anggrek yang masih melekat pada pokok kayu tempat hidupnya.  Raja Sulaiman sangat kagum pada keindahan bunga anggrek itu, yang dikatakan lebih indah daripada pakaian bidadari.

Di seluruh dunia diperkirakan terdapat 25.000 – 30.000 spesies anggrek.  Salah satu marga terbesar dari keluarga anggrek atau Orchidaceae adalah Dendrobium dengan kira-kira 900 spesies.  Marga Dendrobium tersebar mulai dari Himalaya, Asia Selatan, Cina, Jepang, Asia Tenggara, Australia, hingga Polinesia. Ciri anggrek Dendrobium adalah batangnya menggembung membentuk pseudobulb  yang ujungnya halus dan memanjang dan beruas-ruas.

Nama marga Dendrobium (baca: den-DROH-bee-um) diciptakan oleh Olof Swartz, seorang ahli botani berkebangsaan Swiss, pada tahun 1799.  Nama Dendrobium berasal dari kata Latin ‘dendron’ yang berarti pohon dan ‘bios’ yang berarti hidup.  Jadi kira-kira Dendrobium berarti tumbuh-tumbuhan yang hidup melekat pada pohon lain.

Banyak spesies anggrek Dendrobium yang dikenal memiliki bunga yang cukup indah. Dan anggrek Dendrobium yang cukup indah kebanyakan adalah spesies yang berasal dari daerah sekitar Myanmar dan Papua.  Salah satu anggrek Dendrobium yang bunganya cukup indah adalah Dendrobium fimbriatum Hook.  Dinamakan demikian karena labelumnya berjumbai-jumbai dan berombak-ombak.  Nama spesies ini diciptakan oleh Hooker.

Habitus anggrek Dendrobium fimbriatum Hook. adalah batangnya simpodial, hidup sebagai epifit. Batangnya dapat mencapai tinggi 1,5 meter, daunnya berbentuk lanset dengan panjang 15 cm.  Tandan bunga muncul dari ketiak daun (axillaris) atau di ujung (terminalis).   Tiap tangkai terdiri dari 8 – 15 kuntum bunga, dengan warna bunga kuning tua, diameter bunga kra-kira 5 cm, sepal dan petal lebar, labelum membulat dengan bagian tepinya berjumbai-jumbai halus.  Polinia tidak memiliki tangkai dan ukurannya kira-kira sebesar butir beras.

Dendrobium fimbriatum Hook. berasal dari daerah Himalaya hingga Myanmar.  Anggrek ini berbunga pada sekitar bulan Februari,  lamanya bunga mekar sekitar 15 hari.  Anggrek ini dapat tumbuh baik pada temperatur antara 10 – 23°C,  kelembaban udara 40 – 70%. Untuk medianya dapat dipakai pakis atau ditanam dalam pot yang diberi arang, dapat juga ditempelkan langsung pada batang pohon.  Agar pertumbuhannya baik dapat dilakukan pemupukan sebulan sekali.

Secara alami penyerbukan bunga anggrek Dendrobium fimbriatum Hook. ini di alam dibantu oleh sebangsa lebah sebagai polinator.  Tanpa kehadiran serangga ini biasanya tidak terbentuk buah.  Tetapi kita dapat menggantikan peran lebah itu,  caranya adalah dengan mengambil polinia menggunakan pinset kecil atau bisa juga tusuk gigi, dan memasukkan polinia tersebut ke lubang stigma. Sederhana dan mudah.

Jika buah yang terbentuk sudah cukup tua bisa dikeluarkan bijinya yang berjumlah ribuan itu, dan dengan teknik kultur jaringan biji yang ditanam dapat tumbuh dengan persentase yang jauh lebih besar dibanding jika biji anggrek ditabur begitu saja.  Selain itu perbanyakan bisa juga dilakukan dengan memecah rumpun anggrek Dendrobium ini.  Tunas yang muncul pada buku-buku batangnya apabila sudah memiliki perakaran yang baik dapat dipisahkan dari induknya untuk ditanam tersendiri.


2 Responses to Anggrek Dendrobium fimbriatum

  1. Pingback: master Gui

  2. andy says:

    good. tapi ada fotonya gak pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s