Cheng Ho Raja Samudera Sejati

(Majalah INSANI— September 2005)

Perjalanannya mendahului Columbus hampir seabad.  Satu geladak kapal besarnya cukup untuk menampung seluruh armada kapal Columbus plus Vasco da Gama

Coba periksa buku paket sejarah dunia milik putra-putri Anda.  Di dalamnya pasti berkibar nama-nama Bartholomeus Diaz, Marco Polo, Vasco da Gama, Christopher Columbus, sebagai pelaut kelas dunia nomor wahid.  Adakah nama Cheng Ho terselip di dalamnya?

Padahal, Laksamana Cheng Ho lah yang lebih pantas disebut raja samudera sejati.  Coba bandingkan.  Bartholomeus Diaz, orang pertama yang melintasi ujung selatan Benua Afrika (Tanjung Harapan), hanya menggunakan tiga kapal jenis Caravel yang bermuatan 170 orang.  Christopher Columbus, yang memulai pelayarannya 3 Agustus 1492, juga menggunakan tiga kapal.  Total jumlah awak kapalnya cuma 104 orang.  Sedangkan armada Cheng Homencapai 357 kapal dengan 27.800 awak.  Dari kesemua kapal, sebanyak 62 di antaranya berukuran raksasa yang disebut jung, dengan panjang 132 meter dan lebar 54 meter.  Luas geladak utama jung yang berbobot 2.700 metrik ton itu mencapai 4.600 meter persegi.  Cukup untuk menanmpung seluruh armada kapal Columbus plus Vasco da Gama.

Cheng Ho berangkat dari Nanking pada 15 Juli 1405 atas perintah misi kerajaan dari Kaisar Yung Lo atau Zhu Di dari Dinasti Ming.  Berarti, perjalanannya mendahului 87 tahun dari Columbus.

Selama 28 tahun, Laksamana Cheng Ho menjelajahi dunia mulai dari9 daratan Cina, semenanjung Malaka, Indonesia (Sumatera, Jawa) India, Jazirah Arab, hingga ke Mogadisu di Afrika Timur hingga sekitar 30 negara yang dia singgahi.  Dan, itu dilakukannya tujuh kali.

Itu semua hanya sebagian kecil bukti kebesaran Cheng Ho diungkapkan oleh sejarawan amatir Gavin Menzies, pensiunan Komandan Kapal Selam Angkatan Laut Inggris. Secara swadaya, ia menapaktilasi 120 negara dan menggeledah 900 museum dan perpustakaan. Dia pun mengorek data otentik pada para ahlinya.

Hasil jerih payah serius itu lalu dibukukan dengan bertajuk 1421, The Year China Discovered The World  pada November 2002.  dalam buku itu, Menzies mengungkapkan bahwa Cheng Ho lah yang pertama kali menemukan benua Amerika, bukan Columbus.  Tulis Menzies, Columbus justru berlayar dengan panduan peta lama buatan Cina.  Peta itu diyakini buatan para pelaut Cina sebelumnya.  Hal ini diperkuat peneliti lain, Cedric Bell, yang menemukan reruntuhan kota kuno di Cape Breton, Nova Scotia, pantai timur Kanada.  Kawasan itu ternyata memiliki tembok keliling dengan arsitektur Cina. Temuannya itu kemudian disebut Nova Cataia atau New Cathay.

Keturunan Muslim Taat

Dalam Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming) Cheng Ho hanya disebut berasal dari provinsi Yunnan, dan dikenal sebagai kasim San Bao.  Meski sebagai seorang bahariwan besar, namun Cheng Ho kurang “dianggap” oleh para sejarawan dinasti feodal Tiongkok.  Hal ini lantaran Cheng Ho adalah kasim (orang yang dikebiri) dan kasim tidak begitu dihargai di Tiongkok pada masa itu.

Catatan biografi Cheng Ho dilengkapi dari silsilah keluarga besar marga Ma.  Menurut silsilah itu, Cheng Ho adalah keturunan ke-35 Nabi Muhammad saw.  Tetapi menurut para pakar sejarah, keterangan itu masih menjadi perdebatan.

Cheng Ho terlahir dengan nama Ma He tahun 1371, di desa He Dai, Kabupaten Kunyang, provinsi Yunnan, dari marga Ma atau Cheng.  Marga Ma adalah sebutan dalam bahasa Cina untuk Muhammad. Ayah Ma He adalah pejabat desa He Dai bernama Ma Haji, seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji sebagaimana kakek dan buyutnya..  ibunya berasal dari marga Oen.  Keluarga besar marga Ma atau Cheng adalah penganut agama Islam yang taat.  Tidak heran kalau Ma He sering mendengar cerita ayahnya tentang perjalanan naik haji dengan kapal layar berminggu-minggu.  Mungkin perjalanan ayahnya itu turut memberi inspirasi baginya di kemudian hari.

Ayah Ma He wafat pada tanggal 12 Agustus 1382 dalam usia 37 tahun, sebagai korban invasi pasukan Ming Thai Chu.  Pasukan itu juga menawan banyak pemuda dan anak-anak, termasuk Ma He, dan dibawa ke Nanjing.  Dengan kejam dan keji, mereka dikebiri.  Pada umur 12 tahun itulah Ma He telah menjadi kasim.

Tidak lama kemudian ia diserahkan oleh Zhu Yuanzhang, Kaisar pertama Dinasti Ming, untuk dijadikan pelayan bagi putranya yang ke-4 yang bernama Zhu Di atau dikenal sebagai Pangeran Yan.  Sejak itu Ma He memanfaatkan segala fasilitas untuk banyak belajar.

Dalam kurun 20 tahun, Ma He kemudian telah menjadi kepala ajudan pangeran dan pengatur utama siasat perang dalam pemberontakan selama 3 tahun melawan Kaisar Zhu Yunwen.  Pemberontakan itu mengantar Zhu Di naik tahta.  Dan pemerintahan baru itu mencanangkan era Yongle.  Pada 1 Januari 1402 Ma He mendapat nama baru menjadi Cheng dari Kaisar Zhu Di, karena kegagahan dan keberaniannya dalam peperangan di Chenglumba dekat Beijing.  Ia kemudian dipilih memimpin satu kesatuan angkatan laut terkuat masa itu.

Pelayaran-pelayaran

Pelayaran Cheng Ho yang pertama berlangsung tahun 1405-1407.  negeri-negeri yang dikunjungi diantaranya Campa, Jawa, Aceh, Malaka, Kalkuta, Sri Lanka, Malabar, Palembang.  Salah satu peristiwa penting dalam pelayaran pertama Cheng Ho itu adalah ketika mendarat di Majapahit tahun 1406.  ketika itu terjadi perang saudara antara Wirabumi penguasa Blambangan dengan Wikramawardhana raja Majapahit.  Dalam kekacauan itu, 170 awak kapal Cheng Ho terbunuh oleh pasukan Wikramawardhana. Setelah kejadian itu, Wikramawardhana  mengirim utusan untuk meminta maaf kepada Kaisar Zhu Di dari Dinasti Ming atas peristiwa yang tidak disengaja itu.  kaisar Zhu Di meminta ganti rugi 60.000 tail emas.

Pada pelayaran yang pertama itu juga, dalam perjalanan kembali ke Tiongkok armada Cheng Ho singgah di Palembang.  Armada Cheng Ho yangbermuatan barang-barang berharga itu pun menjadi incaran bajak laut tersohor di asia Tenggara kala itu yang dipimpin Chen Zhuyi.  Kawanan bajak laut yang beranggotakan 5.000 orang itu bermarkas di Palembang.  Mula-mula Cheng Ho memperingatkan Chen untuk menyerah, dan Chen pura-pura menurut.  Tetapi sebenarnya Chen sudah menyiapkan serangan.  Maksud jahat itu dilaporkan oleh seorang informan bernama Shi Jinqing.  Cheng Ho pun memasang strategi, dan akhirnya kawanan bajak laut itu dengan mudah dihancurkan. Chen ditawan untuk dibawa ke Tiongkok, dan akhirnya ia dihukum mati.

Pelayaran kedua berlangsung tahun 1407-1409 dan singgah di Campa, Jawa, Siam, Malaka, Aceh, Cochin, Ahmadabad, Kalkuta dan Sri Lanka.  Dalam pelayaran kedua ini Cheng Ho kembali mengunjungi Majapahit, dan Wikramawardhana telah menyerahkan 10.000 tail emas, yang berarti masih kurang 50.000 tail emas menurut janjinya.  Karena itu Menteri Protokol Dinasti Ming menyarankan agar Wikramawardhana dijebloskan ke penjara.  Tetapi Kaisar Zhu Di menghapus segala utang emas itu karena Wikramawardhana sudah mengakui kesalahannya. Karena itulah maka Cheng Ho tidak melakukan pembalasan.

Pelayaran ketiga dilakukan tahun 1409-1411.  Negeri-negeri yang disinggahi campa, Jawa, malaka, siam, Aceh, Sri Lanka, Quilon, Cochin, Kalkuta, Malabar dan Ahmadabad.  Ketika di Sri Lanka tahun 1411, Cheng Ho terpaksa ikut campur dalam perang yang terjadi sebelumnya antara orang Tamil yang beragama Hindu dengan orang Sinhala yang beragama Buddha, lantaran beberapa awak armadanya yang turun ke darat diserang.  Ikut campurnya Cheng Ho menghasilkan resolusi perdamaian yang dipahatkan pada prasasti berbahasa Cina, tamil, dan Persia.

Pelayaran keempat berlangsung tahun 1413-1415, negeri-negeri yang disinggahi Campa, Jawa, Palembang, Malaka, Pahang, Kelantan, Aceh, Sri Lanka, Cochin, Kalkuta, menyeberangi Laut Arab dan singgah di Hormuz, diteruskan ke Semenanjung Arab dan singgah di Aden, dan rute terakhir ke Mogadishu di Afrika Timur. Ketika di aden, sultan menghadiahkan binatang eksotik seperti zebra, singa, burung unta.

Pelayaran kelima berlangsung tahun 1417-1419, mengunjungi Campa, Jawa, Palembang, Malaka, Pahang, Aceh, Sri Lanka, Cochin, kalkuta, Kepulauan Maladewa, Aden, Mogadishu, Baraawe, hingga Malindi.  Pada pelayaran kelima ini pula Cheng Ho menyempatkan diri menunaikan ibadah haji di Makkah dan berziarah ke makam Nabi Muhammad saw.

Pelayaran keenam berlangsung tahun 1421-1422, singgah di negeri-negeri Campa, Siam, Aceh, malaka, bengali, Hormuz, Aden Jofar, Baraawe, Mogadishu, Kepulauan Maladewa, Kalkuta, Cochin, Sri Lanka.

Pelayaran-pelayaran itu ternyata banyak ditentang pejabat kerajaan karena memakan biaya besar.  Karena pengaruh para pejabat istana itu, Kaisar Zhu Gaozhi yang menggantikan ayahnya yang mangkat tahun 1424, mengeluarkan maklumat yang isinya menunda pelayaran-pelayaran ke luar negeri.  Tetapi ia meninggal dunia hanya sembilan bulan setelah bertahta.  Kaisar Zhu Zhanji yang merupakan cucu Zhu Di, meneruskan kebijakan itu.

Pada akhir dekade 1420-an, kekaisaran Ming mendapat tekanan dari daratan oleh gelombang invasi bangsa Mongol, dari laut oleh bajak laut Jepang, dan dari seberang oleh cabang-cabang kerajaannya yang dikuasai para panglima setempat.  Kaisar Zhu Zhanji mulai mempertimbangkan lagi ekspedisi laut.  Setelah melalui perdebatan sengit di istana, akhirnya dicapai keputusan untuk mengaktifkan kembali ekspedisi laut.

Maka pelayaran yang ketujuh dan yang terakhir berlangsung selang 9 tahun kemudian setelah pelayaran keenam, yaitu tahun 1431-1433. armada Cheng Ho pun kembali mengunjungi Campa, Jawa, Palembang, Malaka, Siam, Aceh, Sri Lanka, Bengali, Kepulauan Maladewa, Cochin, Kalkuta, Hormuz, Jofar, Aden, Mogadishu.  Pada pelayaran ketujuh ini Cheng Ho menjalankan misi khusus Kaisar Ming menunaikan ibadah haji bagi keluarga istana.  Sifatnya rahasia karena alasan politis saat itu.  karena itu Cheng Ho menunjuk sahabat terdekatnya, Ma Huan, sebagai pimpinan misi ke Makkah untuk mengesankan bahwa misi itu tidak ada hubungannya dengan keluarga istana.

Dalam perjalanan pulang menuju Tiongkok, tahun 1433 Cheng Ho meninggal dalam usia 62 tahun dan dimakamkan di lepas pantai Malabar.

ADI MUSTIKA, DARI BERBAGAI SUMBER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s