DAUN SIRSAT BIKIN BELALANG SEKARAT

Majalah INTISARI – Desember 2005

 

Belalang menyerang lahan persawahan di Kupang. Demikian salah satu isi berita sebuah harian ibukota yang terbit tanggal 9 April 2005 lalu. Disebutkan, luas lahan persawahan yang diserbu segerombolan belalang itu tidak kurang dari 177 ha. Akibatnya, para pemilik lahan pertanian itu mengalami gagal panen. Sebelumnya, kita mendengar Sulawesi Selatan juga diserbu belalang.

Serbuan hama belalang memang sering menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Tahun 1988 separuh benua Afrika diserbu oleh miliaran belalang yang bergerak seperti awan sepanjang 50 km. Beberapa menit kemudian ribuan ton tanaman siap panen habis dilahap. Lalu sebagian dari gerombolan belalang itu menyebar hingga melewati Arab Saudi, dan tahun 1989 mereka sampai di India.

Meski tubuhnya kecil, hanya sekitar 5 cm, serangga rakus ini bisa terbang ratusan hingga ribuan kilometer. Belalang betina sanggup bertelur ratusan butir dalam satu musim, sehingga dalam waktu singkat populasinya bisa menjadi lebih dari 100 kali lipat. Tentu saja ini membuat para petani ketar-ketir.

Sebenarnya, alam memiliki mekanisme sendiri untuk mengendalikan populasi belalang. Sejak ribuan tahun lalu belalang menjadi santapan lezat burung-burung dan beberapa jenis hewan lainnya. Namun, kini jumlah predator belalang itu menyusut drastis karena ulah kita. Akibatnya bisa ditebak, populasi belalang sulit dikendalikan dan berpeluang menjadi pesaing manusia dalam mendapatkan makanan.

Untuk memberantasnya dengan gampang bisa digunakan insektisida. Namun, penggunaan racun pembasmi serangga itu bisa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Di antaranya, serangga lain yang tak berdosa dan masih diperlukan di alam ikut jadi korban. Idealnya, tentu saja menggunakan insektisida alami. Dengan insektisida alami dampak buruk itu bisa ditekan.

Salah satu bahan insektisida alami yang bisa digunakan adalah daun sirsat atau sirsak (Annona muricata L.). Daun ini mengandung senyawa kimia annonain yang bersifat antifidant alias penghambat makan. Senyawa itu merupakan racun kontak dan racun perut.

Untuk membuat ramuan insektisida organik, formulanya sebagai berikut: 50 lembar daun sirsat, satu genggam daun tembakau, 20 g deterjen, dan 20 l air. (Deterjen berguna untuk meningkatkan daya kontak ramuan dengan tubuh belalang). Daun sirsat dan daun tembakau ditumbuk halus, lalu dimasukkan ke dalam 20 l air, tambahkan deterjen dan aduk sampai rata. Setelah itu diendapkan semalam.

Esok paginya larutan disaring dengan kain atau saringan halus, kemudian diencerkan dengan air sampai menjadi 60 l. Semprotkan pada tanaman yang diserang belalang atau langsung pada belalang itu. Larutan sebanyak ini cukup untuk lahan seluas 1 ha. Kesempatan terbaik untuk menyemprot belalang adalah saat mereka masih kecil, ketika belum punya sayap untuk terbang.

Sebagai insektisida alternatif berbahan tumbuh-tumbuhan, tentu saja insektisida ini lebih ramah lingkungan ketimbang insektisida sintetik. Ini karena cara kerjanya bersifathit and run. Maksudnya, apabila diaplikasikan, ramuan itu akan membunuh hama pada saat itu dan residunya akan cepat hilang di alam (biodegradable).

Namun, karena sifatnya yang seperti itu, insektisida organik menjadi tidak tahan disimpan dalam waktu lama dan frekuensi penggunaannya menjadi lebih tinggi. Setiap kali hendak menyemprot, kita harus membuatnya lagi. Namun, kita bisa menghemat uang untuk pembelian insektisida yang makin mahal saja harganya.

(Adi Mustika, di Yogyakarta)

One Response to DAUN SIRSAT BIKIN BELALANG SEKARAT

  1. Nada Musthofa says:

    Infonya ok punya bgt. Saya akn mencobanya. Smg berhasil. Trimaksih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s