Kisah Kiambang Menggusur Pupuk

Majalah INTISARI – Juni 2005

Penulis: Adi Mustika, di Yogyakarta

Sosoknya sih kecil, tingginya tidak lebih dari 3 cm, bercabang-cabang, daunnya hanya 1 – 2 mm, akarnya kecil menggantung di air. Namun, jangan sepelekan khasiatnya. Pak Tani sudah membuktikan jasa tanaman ini. Tanaman yang nama ilmiahnya azolla (dari bahasa Yunani: azzo = kering, dan olloy = mati; jika kekeringan mati) ini mampu memperbaiki struktur tanah. Dialah kiambang.

Jauh sebelum lahir pupuk kimia, kiambang menjadi andalan petani buat menyuburkan tanah. Ada yang bilang, sejak mengembangkan pertanian padi lahan basah sekian abad lalu, para petani di Asia Tenggara sudah akrab dengan tumbuhan ini.

Kunci dari keampuhan kiambang yaitu kemampuannya mengikat unsur nitrogen (N) dari udara. Namun, kemampuan itu juga hasil kolaborasi dengan sejenis ganggang hijau biru Anabaena azollae yang ngekos di dalam daun kiambang. Kemampuan mengikat nitrogen ini sungguh mengagumkan: setiap 1 ha tumbuhan ini mampu mengikat nitrogen setara dengan 3 – 5 kg sehari. Sekadar pengingat, unsur N itu unsur penting bagi pertumbuhan tanaman. Jadi, jika kekurangan N maka pertumbuhan tanaman akan terganggu.

Menurut beberapa penelitian, pemanfaatan tumbuhan ini sebagai pupuk organik bisa menghemat penggunaan pupuk urea antara 20 – 40%. Tentu ini angka penghematan yang lumayan. Apalagi mengingat petani kita lebih menyukai penggunaan pupuk urea tabur dengan alasan pengaruhnya cepat terlihat. Memang betul, tapi efek sampingannya itu lo! Tanah menjadi berat akibat porositasnya berkurang. Kondisi ini membuatnya tak subur lagi. Lalu perlu pupuk lagi! Ini tidak terjadi kalau menggunakan kiambang.

Laju pertumbuhan kiambang cukup mengesankan. Dalam seminggu, jika lingkungan mendukung, bisa tumbuh dua kali lipat. Dengan begitu permukaan air akan cepat tertutup yang berakibat pertumbuhan gulma terhambat. Lagi pula, lahan basah yang tertutup juga mempersempit gerak nyamuk untuk berkembang biak. Memang, kalau kita memelihara ikan di sawah, hal ini berefek kurang baik. Solusinya, ya secara berkala kiambang diambil dengan jaring untuk dibuat kompos, misalnya.

Dari sisi kandungannya, kiambang mengandung protein sederhana 15 – 29%, konsentrat protein daun 48 – 60%, serat 14 – 17%, beta karotin 53.330,46 IU, kalsium 6%, lemak 4,1 – 5,8%, serta mineral lain seperti Fe, Mn, Mg, Na, Cu, Zn, dan asam amino. Nah, kandungan tadi bikin orang ngiler untuk menjadikannya sebagai suplemen pakan ternak atau ikan.

Kabar terbaru, ternyata orang sendiri juga ngiler untuk menjadikannya makanan. Aduh! Namun, bisa dicoba juga kalau tertarik. Catatlah resep berikut: 2 kg daging sapi giling, 1 sendok teh lada hitam, 200 g azolla yang dicincang, 2 sendok teh garam, satu mangkuk kecil bawang putih yang dicincang (kalau tidak suka, secukupnya saja). Setelah semua bahan tersedia, campur dan tambahkan sedikit air. Adonan ini lalu dibentuk dengan ketebalan sekitar 2 cm dan goreng dengan sedikit minyak. Sajikan hangat-hangat dan hmmm, nikmat sebagai teman makan nasi atau dijadikan isi sandwich.

Kalau begini, kiambang jadi naik pangkat dong!

12 Responses to Kisah Kiambang Menggusur Pupuk

  1. aap bupendoss says:

    kalau buat sawit ditanah gambut bisa ?

  2. Kiambang ternyata sangat berguna bagi kesuburan tanah secara alami. terimakasih sudah sharing🙂

  3. Ario Subarjanto says:

    Ternyata tumbuhan ini sangat banyak manfaatnya, namun sayang banyak PPL yang belum memahami

  4. dwi desvando aryus says:

    mas mau nanya kalau nyari kiambang (lemna minor) di jogja dimana ya?tolong info nya mas karena mau saya jadikan penelitian.terimakasih

  5. dwi desvando aryus says:

    mas mau nanya kalau kiambang (lemna minor) ditemukan dimana ya daerah jogja?mohon infonya mas,rencana saya mau jadikan penelitian.terimakasih mas

  6. dwi khoirudin says:

    Jika tanam padi nya dengan sytem intermite/ kering basah apa bisa kiambang/azolla ini di taruh atau di tanam…makasih

    • adimust says:

      pak dwi khoirudin, kiambang butuh air. kalau musim kemarau sawah kering kiambang bisa ditanam di empang atau kolam yg tetap berair

  7. Matthew Gill Moraserga says:

    Jumlah kebutuhan air ini setara dengan 0,9 liter det ha yang hampir sama dengan kebutuhan air untuk irigasi padi sawah.

  8. kukuh kusuma wijaya says:

    kl di jogja yanng banyak dimana mas?

  9. Dimana bisa mendapat kan tanaman Kiambang ini.??saya tertarik untuk menanam nya terima kasih.Salam.

    • adimust says:

      Salam.
      Kiambang banyak terdapat di sawah. Kalau pas menyiangi padi biasanya kiambang diinjak biar terendam dalam lumpur, dan ini bisa jadi penyubur tanah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s