income tambahan

kalau saya sedang ada urusan di bali biasanya saya berangkatnya malam biar sampai denpasar pagi. jadi nyebrang selat bali sekitar jam 1 dini hari. kalau cuaca bagus sekitar 1 jam sudah landing di seberang. biasanya sih jam segitu antrian gak banyak jadi bisa langsung masuk ferry. (kata “ferry” berasal dari bahasa kuno orang-orang scandinavia, artinya: a boat that transports passengers and goods as a regular service). kalau kapal penyeberangan merak – bakauheni lebih dikenal sebagai kapal roro (ro-ro = roll on roll off).

biasanya saya balik dari denpasar ke java juga malam, tapi tempo hari saya nyoba balik ke java siang hari. setelah masuk ferry saya trus naik ke dek. karena siang temtu terang-benderang jadi saya bisa lihat-lihat dengan leluasa. saya berdiri dekat pagar. pas kapal berangkat tampak beberapa abg di dermaga melambai-lambaikan tangan ke penumpang ferry trus beberapa penumpang melempar uang seribuan trus para abg itu nyebur ke air balapan ngambil uang itu. ternyata dari dulu sampai sekarang masih berlaku tradisi itu ya? tapi lumayan sedikit membuat senang para penumpang. beberapa orang londo juga ikut-ikut nabur uang receh trus terkekeh-kekeh melihat para abg balapan ngambil uang itu. gak lupa londo itu motreti momen itu. hm…apa yang terpikir di benak londo itu ya? mereka omong-omongan pakai bahasa planet, bukan pakai bahasa inggris jadi saya percuma nguping wong gak ngerti. nah, sampai di ketapang banyuwangi, tampak juga para “perenang pencari income tambahan”, kali ini pun beberapa penumpang melempar uang seribuan ke air dan para perenang itu loncat dari tepi dermaga mencebur ke air balapan ambil uang yang kampul-kampul itu. saya bayangkan, berapa ya mereka bisa dapat uang dalam sehari dari cara itu? misalnya dari satu ferry dapat 2000, padahal berapa ferry setiap hari? lumayan juga buat tambahan ya.

saya jadi ingat, dulu waktu sekolah SD di deket rel kereta api, kalau ada kereta lewat kadang-kadang nonton. beberapa penumpang kereta ada yang melempar uang receh lewat jendela, teman-teman saya pada balapan ambil uang receh itu. ada juga penumpang kereta yang melempar makanan. saya gak ikut balapan ambil uang itu, gengsi lha wong ketua kelas je… (he3x)….. eh, tapi bukan gengsi, tapi karena dari kecil diajari orang tua untuk tidak minta makanan ke orang lain, apalagi minta uang. sebaiknya kita yang memberi, jadi dapat kebaikan. kalau ada teman yang membagi makanan boleh diterima, asal bukan kita yang minta duluan. gitu.

kalau kita perjalanan darat dari jember ke banyuwangi lewat hutan gumitir yang berkelok-kelok, biasanya di tepi jalan ada orang-orang yang melambai-lambaikan tangan mengharap income tambahan dari pengguna jalan. pada suatu hari saya pernah ngitung jumlahnya mencapai 52 orang siang hari tua muda besar kecil laki perempuan berdiri ngathung-ngathung sepanjang sekitar 4 km. kalau malam jumlahnya lebih sedikit, dan mereka bawa obor. tampaknya keberadaan mereka musiman, kadang banyak kadang sedikit. kalau perkebunan di dekat sana sedang panen kopi orang yang ngathung-ngathung itu gak banyak.

beberapa pengayuh becak yang sedang nongkrong nunggu penumpang dekat toko, kadang-kadang bawa sempritan, lha kalau ada mobil selesai parkir mau pergi abang becak itu terus membantu mengatur arus lalu-lintas dengan berharap income tambahan dari sopir mobil itu. lha kalau di kota besar seperti sby atau jkt biasa ada “pak ogah”, pengatur arus lalu-lintas swakarsa di jalan-jalan sempit yang ramai lalu-lintas, atau pas di belokan atau tempat memutar balik, mereka ini juga berharap income tambahan dari para sopir. kadang-kadang ada juga “pak ogah” yang sambil menari atau meniup sempritannya dengan irama tertentu, spt di pertigaan arah dari masjid agung sby ke gayung kebonsari.

aktivitas mencari income tambahan ternyata beragam ya. tapi kita perlu hati-hati mencari income tambahan, korupsi itu juga termasuk mencari income tambahan, malah lebih gede ketimbang gaji resmi dari kantornya. saya baca di koran ada para ibu yang berinisiatif mencermati dari mana saja income suaminya berasal, untuk mencegah korupsi. wah, saya mendukung deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s