kelly kwalik telah pergi

hampir saja ulah kelly kwalik th 96 yang lalu membuyarkan rencana kami yang sudah dirancang dengan bercucuran keringat dan air mata beberapa bulan sebelumnya. kami tim matalabiogama saat itu hendak ekspedisi ke merauke. ceritanya begini:

tahun 1996 terjadi peristiwa menghebohkan di irian jaya ketika kelompok yang dipimpin kelly kwalik menculik tim peneliti biologi di hutan taman nasional lorentz. dari pemberitaan media timbul kesan pada kita yang ada di java bahwa irian jaya berbahaya untuk dikunjungi. kelly kwalik dianggap sebagai pemimpin OPM (=organisasi papua merdeka) yang berbahaya. bahkan untuk menumpas OPM dikirimkan pasukan khusus dengan kemampuan tempur luar biasa, sehingga menambah keyakinan pada kita bahwa OPM sangat berbahaya dan keadaan di irian jaya mencekam. (kisah penculikan yang berlangsung sekitar 2 bulan itu cukup dramatis, bahkan 2 orang akhirnya meninggal. ada buku catatan ekspedisi lorentz yang mereka tulis, mungkin saudara sudah baca juga).

pada saat itu kami juga sedang persiapan berangkat ke merauke untuk melakukan penelitian biologi, dan rencananya tim kami (tim matalabiogama = mahasiswa pecinta alam fakultas biologi ugm) berangkat saat libur semester pada bulan januari itu. rencananya yang akan diberangkatkan ada 7 orang termasuk saya. hampir saja kejadian di irian jaya itu membatalkan keberangkatan tim kami. peraturan pemerintah saat itu mengharuskan setiap penelitian harus mendapat izin dari kantor sospol, nah karena peristiwa di irian jaya itu maka izin kami belum juga keluar. kalau keadaan itu terus berlarut-larut, bisa jadi kami batalkan kepergian ke merauke itu, lha wong libur semester sudah hampir habis. kami juga ikut cemas, kami kontak-kontak terus dengan WWF merauke sebagai sponsor, tapi kata orang WWF keadaan di merauke aman-aman saja. ibu kaisiepo (isteri bapak sekwilda merauke, yang anaknya jadi teman kuliah kami) juga mengatakan aman-aman saja. tapi tetep saja kantor sospol masih belum memberi izin, katanya masih berkoordinasi dengan kodam jayapura. saat harapan kami sudah makin tipis dan libur semester hampir habis, akhirnya izin itu keluar juga. lega tapi juga sedikit cemas sih.

kami mendarat di timika malam hari dalam cuaca hujan. di luar bandara banyak sekali orang berkerumun, saya sempat heran juga, ada apa? jangan-jangan ada peristiwa luar biasa (karena di timika itu paling dekat dengan lokasi penculikan itu) sehingga orang-orang banyak berkumpul di bandara kalau-kalau sewaktu-waktu harus mengungsi atau apa. ketika rombongan kami lewat sempat dikira pasukan dari jakarta karena kami membawa tas lapangan yang besar-besar, rata-rata beratnya 20-an kg. kami transit di timika semalam. tapi suasana di timika sendiri tampaknya tidak mengkhawatirkan seperti dibayangkan sebelumnya. esoknya berangkat ke jayapura.

sampai di jayapura kami nginap sementara di rumah bapak kaisiepo di abepura, sambil ngurus izin di kantor sospol. ternyata izin juga gak keluar-keluar. selama menunggu izin itu kami manfaatkan buat jalan-jalan ke jayapura. ternyata keadaan tidak seseram yang saya bayangkan. kita tetep bisa jalan-jalan kemana-mana, naik angkot yang mirip diskotik berjalan dengan sound system yang menggelegar, semua angkot berlomba memasang sound system, kalau gak yahud angkot itu gak bakal laku. saya juga sempat diajak ke tobati, kampung terapung di teluk yotefa, ada kerabat keluarga kaisiepo yang ikut pernikahan masal di sana. katanya sih pernikahan masal seperti itu sudah tradisi tiap tahun. saat itu ada 11 pasang pengantin. selesai pemberkatan di gereja (gerejanya terletak di pulau kecil yang dihubungkan dengan jembatan kayu dengan kampung-kampung terapungnya), dilanjutkan dengan pesta sederhana dengan hiburan musik terompet dan drum. menu yang disediakan adalah nasi, batatas (ketela rambat = ipomoea batatas), papeda (bubur sagu yang kental mirip lem) dengan lauk sayur dan ikan laut. saya minta maaf ke tuan rumah untuk tidak ikut makan karena saat itu puasa ramadhan. hari berikutnya kami diajak buka puasa bersama di rumah teman di sentani, teman itu kuliah di univ. cenderawasih. pertama kali itulah saya mencoba makan papeda. wuih, karena mirip lem jadi makannya harus sambil menyruput kuah buat menggelontor masuk tenggorokan.

seminggu kemudian izin dari kantor sospol keluar, karena katanya masih harus koordinasi dulu dengan kodim merauke soal keamanan di sana. di surat izin itu juga disebutkan kami harus melapor ke kodim merauke. dari proses perizinan itu muncul kesan di hati saya bahwa jangan-jangan keadaan memang mencekam. jangan-jangan nanti kita harus dikawal tentara dengan bedil M16. dan kita harus bisa lari kencang kalau ada apa-apa. hahaha….khayalan yang berlebihan ya?

berbekal surat izin itu (temtu bekal lain seperti logistik juga bawa dong), kami brangkat pagi-pagi ke merauke karena flight saat itu cuma sekali sehari pakai merpati, kalau telat ya harus nunggu besoknya. jam 9-an sudah sampai. kami dijemput stafnya pak kaisiepo lalu diinapkan di rumah dinas milik pemda merauke. setelah mandi dijadwalkan kami menghadap bupati merauke. saat menghadap bupati itu, ada kejadian yang memalukan, sebagian kami masih ngantuk, mungkin kelelahan atau sedikit jetleg atau juga karena puasa jadi ngantuk di siang hari yang panas itu. hm…payah.

besoknya kami mulai bagi tugas, ada yang lapor ke kodim, ada yang belanja kebutuhan untuk di lapangan, sebagian ke kantor WWF. lagi-lagi kami tidak merasakan situasi yang mencekam di merauke. biasa-biasa saja. kata orang kodim aman-aman saja. jadi bayangan bakal dikawal tentara tidak perlu terjadi.

besoknya kami berangkat ke taman nasional wasur diantar staf WWF, kami nginap di rumah pak willem gebze (saya dengar beliau ini anaknya ketua suku marind). wah..aman deh. saya sempat berbincang-bincang, termasuk soal OPM. keterangan yang saya dapat, ada tiga tempat yang jadi markasnya OPM, satu di arso dekat jayapura yang berbatasan dengan papua nugini, satu di pegunungan di timika, satu lagi di merauke dekat perbatasan dengan papua nugini. (taman nasional wasur juga berbatasan dengan papua nugini). meskipun begitu tidak tampak terjadi apa-apa yang dikhawatirkan, aman-aman saja. wah, jangan-jangan berita penculikan itu dibesar-besarkan ya?

sehari sebelum idul fitri kami balik ke kota merauke, besoknya mau ikut shalat id. setelah merayakan idul fitri, besoknya berangkat lagi ke wasur. saya berangkat lagi ke wasur belakangan setelah selesai urusan di kota, dan sempat jalan kaki sekitar 1 jam karena angkutan umum habis, di jalan ketemu orang-orang dan ditanya mau ke mana, saya jawab mau ke rumah pak willem, orang-orang itu tersenyum kepada saya dengan ramah.

setelah pengambilan data dan sampel di lapangan selesai kami kembali ke merauke. trus pulang ke java. selama sekitar sebulan di irian jaya, saya sebenarnya tidak merasakan gejolak atau kerusuhan seperti yang terbayang sebelumnya. aman-aman saja. tapi waktu itu berita-berita di media sepertinya keadaan mencekam, sebaiknya jangan masuk ke irian jaya dulu.

saya berpikir, seperti apa tokoh kelly kwalik itu ya? sehebat dan seberbahaya apa pasukannya ya? sampai begitu ditakuti, sampai untuk menumpas saja dikirimkan pasukan khusus. kemarin yang menggerebeg rumahnya juga pasukan khusus, brimob, densus 88. kalau melihat tampangnya yang dipasang di koran, kelly kwalik tidak tampak seperti tentara yang mahir strategi, kenapa harus dihadapi dengan pasukan khusus dengan kemampuan luar biasa seolah menghadapi tentara amerika yang persenjataannya lengkap? kan biayanya mahal? apakah tidak ada cara lain yang lebih murah tapi efektif ya?

trus pertanyaan lain, kira-kira apa motivasi kelly kwalik dengan OPM-nya itu ya? apakah betul-betul ingin merdeka? atau itu wujud protes terhadap ketidakadilan? seperti misalnya GAM di aceh, itu kan setelah perundingan ternyata mereka mau berhenti perang. GAM berperang kan alasannya karena ketidakadilan bagi-bagi kue pembangunan. jangan-jangan OPM di papua juga begitu. mereka protes, dan kalau diajak duduk bersama berunding mungkin masih bisa diselesaikan. kan banyak tokoh-tokoh papua yang sebenarnya bisa diajak berunding. demikian juga kelly kwalik, mungkin masih bisa diajak berunding. tapi polisi sudah mengumumkan kelly kwalik meninggal tertembak.

 

20 desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s