osing

di banyuwangi ada komunitas java yg unik dg dialeknya. namanya osing. dialeknya beda dg kebanyakan orang java timur lainnya. mungkin kasusnya mirip orang banyumas yg dialeknya ngapak2 khas banyumasan, maka orang osing di banyuwangi juga dialeknya khas banyuwangian. misalnya kalau di surabaya ada arek surabaya, di malang ada arema (arek malang), komunitas osing memakai istilah lare osing. panggilan utk orang laki2 adalah kang, utk perempuan adalah mbok (diucapkan seperti orang banyumas bilang mbok). bbrp kosa kata lainnya misalnya: ‘gedigu’ (seperti itu) kadang diucapkan gedigau. ‘gedigi’ (seperti ini) diucapkan gedigai. ‘paran’ artinya apa. ‘osing’ artinya tidak.

tampaknya mungkin komunitas osing adalah berasal dari orang java jaman majapahit. dulu pas kerajaan majapahit rumtuh, banyak yg ngungsi, ada yg ke timur sampai ke bali, ada yg ke barat sampai java tengah. di gunung kidul ada daerah bekas ngungsinya tentara majapahit, mungkin keturunannya msh ada ya.

di kebumen (java tengah), ada kompleks pemakaman keluarga keturunan raja majapahit (brawijaya v), dan para keturunannya sampai sekarang msh ada (sudah generasi ke berapa ya?) nah, masyarakat di desa2 sekitar daerah ini dialeknya ada beberapa yg mirip dg osing. padahal kebumen bagian barat dialeknya banyumasan.

kedatangan keturunan brawijaya V ke kebumen barangkali bersamaan dengan islamisasi di daerah kebumen, karena pada periode yg sama datang juga mubaligh bernama sayid muhammad ishom al hasani atau lebih dikenal dengan nama syekh abdul kahfi, ulama dari Jamhar, Hadramaut (Yaman), dan mendirikan pesantren tertua di kebumen yaitu somalangu.
dari nama2 keturunan brawijaya V yg tertera di silsilah yg ada di kompleks pemakaman itu, tampaknya mrk sdh memeluk islam, ada yg menjadi penghulu, ada yg menjadi kiai.

kembali ke osing, setelah dikomparasi dg dialek keturunan majapahit di kebumen itu, kemungkinan benar bahwa osing adalah masyarakat majapahit yg ngungsi ke banyuwangi.
eh tapi ini baru kira2 lho, soalnya diriku bukan arkeolog, bukan sejarawan. gak ngerti teori2 arkeologi dan sejarah.

———————————-

bbrp kosa kata osing:
isun = aku
rika = kmu
paran = apa
sulung = duluan
sing = tidak
hang = yang
ring = di
gedigu = begitu
gedigi = begini

bianyuwangai, 10 juli 2009

related topic:

santet

kendang kempul

One Response to osing

  1. Dodik says:

    Kerennn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s