perlukah mendengarkan khotbah?

coba tanya teman, tetangga atau kerabat, ketika jum’atan di masjid apakah ia betul2 mendengarkan khotbah? tanyakan apakah ia paham apa yg dikhotbahkan itu? tanyakan juga apa saja poin2 penting khotbah itu. kalau ia sanggup menjawab dengan akurat artinya ia mendengarkan khotbah. kira2 berapa persen audiens yg sanggup menjawab pertanyaan itu dengan akurat ya?
eh enggak usah tanya teman, tanya diri sendiri dulu. hihihi….saya sendiri sering juga enggak tahu isi khotbah. mana yg kengantukan (maksudnya terkantuk-kantuk), mana yg pikirannya kemana-mana.
bulan lalu saya shalat jum’at di salah satu masjid dekat rumah di jogja. pengkhotbahnya kali itu masih muda, tapi masih lebih tua dari saya (hihi…saya masih muda yaks?…). begitu tahu pengkhotbah baca teks, wah….mulai deh mata ini berat, maunya merem. tapi saya paksa melek, mosok sih ada khotbah kita malah tidur? sby saja marah lihat gubernur yang tidur saat dia pidato. apalagi ini khotbah, yang isinya membawa-bawa firman tuhan, mosok sih kita tidur, kan enggak sopan namanya.
saya coba menyimak apa yang dibaca pengkhotbah itu. hm…dia membuat perumpamaan ulat yg berubah jadi kupu2 dan ular yg berganti kulit, dikaitkan dengan amal ibadah kita. mula2 saya ingin tahu, tapi dia belepotan ketika menjelaskan perumpamaan yang dia buat itu, wah….lenyap sudah ketertarikan itu. pengen rasanya menjelaskan kepada pengkhotbah itu bgmn ulat berubah jadi kupu2 dan ular yg berganti kulit itu, tapi mana mungkin, ini bukan forum diskusi atau seminar. akhirnya pikiran kemana-mana. saya iseng tengok kanan tengok kiri, eh, ternyata banyak yg ngantuk. brarti enggak ndengerin khotbah ya. hihihi… ada juga yg duduk tenang tapi mulutnya komat-kamit, mungkin sedang berdzikir ya. brarti dia juga enggak ndengerin khotbah ya. pelan2 saya nengok ke belakang, eh…sama saja, banyak yg ngantuk, ada yg sdh tertidur.
minggu berikutnya saya shalat idul fitri di jkt. kali ini pengkhotbahnya sarjana S2 tamatan luar negeri. wah, keren nih, pasti ilmiah. begitu khotbah dimulai, ternyata dia baca teks. waduh…rada mbleret nih minatnya. setelah sampai beberapa penjelasan, waduh…ternyata enggak menarik, pakai bahasa muluk2 lagi…tapi tetep belepotan. saya coba tengok kiri tengok kanan, hm….banyak yg terkantuk-kantuk, tengok ke belakang, sama saja. yg tampak serius ndengerin cuma sedikit banget. mungkin cuma sedikit ini yang bisa memahami isi khotbah. atau jangan2 mereka juga enggak paham cuma berusaha keras untuk memahami isi khotbah yang enggak menarik itu (kalau enggak mau dibilang membosankan). pas perjalanan pulang, seorang ibu yg saya tahu berpendidikan tinggi komentar: khotbahnya enggak menarik. wah…ternyata sama ya. hehehe….
sambil sedikit merenung saya berpikir, apa yang salah dengan para pengkhotbah itu ya? ah, mereka mungkin enggak salah, saya saja yang salah, ada khotbah kok malah ngantuk atau pikirannya kemana-mana, tengok kanan tengok kiri, enggak konsentrasi ndengerin khotbah. kalau ditanya, saya enggak yakin bisa menceritakan lagi isi khotbah itu dengan akurat.
ada beberapa pengkhotbah di jember, kalau khotbah enggak pakai teks, bahasanya sederhana tapi bernas, adem, sering kali di sela2 doa dalam khotbah itu suaranya tergetar. hm… itu terasa sangat merangsang mata untuk menghasilkan titik2 air di sudut2 mata.
waktu saya kecil dulu lebih suka ndengerin khotbah yang disampaikan tanpa teks, lebih hidup, bahasanya juga seringkali lebih sederhana dan bernas. berapa banyak ya pengkhotbah yang enggak membosankan?
eh tapi ada juga teman saya yang crita kalau dia lebih suka ndengerin khotbah yang isinya menyinggung2 soal ilmu pengetahuan atau teknologi modern. kalau yang tradisional enggak menarik katanya.
hm…ternyata audiens khotbah itu beragam ya minatnya. mungkin kita enggak boleh memarahi audiens yang terkantuk-kantuk atau tengok sana tengok sini enggak ndengerin khotbah, karena mungkin menurut mereka enggak menarik.

 

10 oktober 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s