sarang

beberapa waktu lalu saya ngerjakan proyek showroom nissan di jawa timur bagian timur. namanya proyek konstruksi, hujan kadang bisa jadi kendala. kadang hujan turun tengah hari, kadang malah sejak pagi. apalagi saat itu atapnya belum terpasang, jadi kalau hujan terpaksa pekerjaan terhenti karena tukangnya berteduh. saya dengar dari salah satu tukang, katanya untuk mengatasi masalah hujan bisa pakai sarang. haha..bukan sarang burung lho, tapi maksudnya pakai jasa pawang hujan.

 

suatu hari saya pas ngobrol2 sama seorang broker (maksudnya makelar). dia tanya, gimana proyek saya? saya bilang, karena sering hujan jadinya progresnya sedikit lambat. dia lalu bilang, sebenernya dia juga bisa nyarang. wah…brarti dia bisa jadi pawang hujan. memang, setahu saya dia juga berpraktek sebagai paranormal. dia crita sudah beberapa kali dimintai tolong nyarang di beberapa proyek. lalu saya tanya, sebenernya tugtasnya tukang sarang (pawang hujan) itu menolak hujan atau bagaimana? menurut pelajaran klimatologi (saya cuma dapat nilai B untuk mata kuliah ini, jadi kalau ada yang kliru tolong diluruskan ya…) terjadinya hujan itu kalau awan mengumpul trus terjadi gumpalan awan jenuh yang mencapai atmosfer yang lebih dingin, lalu terjadi butiran2 es dan karena makin berat maka jatuh jadilah titik-titik hujan. nah yang saya tanyakan  itu apakah pawang hujan tugasnya membuyarkan awan2 itu atau menghalangi terbentuknya butiran2 es atau bagaimana. dijawabnya: tukang sarang cuma bisa memindah hujan saja. jadi, hujan yang mustinya turun di suatu tempat A bisa dipindah ke tempat B. wah, brarti bisa mindah hujan dari surabaya ke jakarta ya? dia bilang gak bisa, karena kemampuan tukang sarang cuma sanggup memindah hujan sejauh maksimal sekitar 5 kilometer.

 

hm….saya mbatin, kalau begitu tukang sarang bisa membuat repot orang banyak. misalnya ada 10 tukang sarang yang beraksi di tempat berbeda pada waktu bersamaan memindah hujan ke tempat yang sama, wah bisa banjir dong tempat itu…

 

meskipun ini perkara irrasional, tapi masih banyak yang percaya. salah seorang tukang saya crita, pada waktu dia punya hajat megawinkan anaknya terjadi hujan lebat, kacaulah acaranya. selidik punya selidik, kabarnya ada salah satu kerabatnya yang mungkin gak suka lalu mengirim hujan. saya mbatin, hm….belum tentu juga, siapa tahu itu fitnah, kecuali kalau yang dituduh itu mengakui dia mengirim hujan. jadi hati-hatilah memakai jasa dukun, karena dunianya irrasional, susah dibuktikan secara rasional.

 

ah, saya ingat, dulu waktu nonton wisuda salah seorang kakak saya di balairung UGM thn 1988, ada orang berpakaian adat java membakar kemenyan, orang2 bilang itu pawang hujan. thn 1992 kembali saya nonton wisuda kakak saya yang lain di balairung UGM, ada juga orang mbakar kemenyan. kemudian, waktu saya beberapa kali dikontrak jadi fotografer wisudaan di grha sabha pramana (sejak audiotirum itu selesai dibangun, acara wisuda dipindah dari balairung ke sana), saya lihat ada orang mbakar kemenyan juga serupa yang dulu. trus waktu saya diwisuda lebih satu dekade yang lalu, ternyata masih ada orang mbakar kemenyan. perpaduan antara dunia akademik yang rasional dengan dunia klenik yang irrasional bisa berjalan seiring ya? eh, sekarang masih diprakktekkan gak ya di UGM?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s