scandal bank bing bung

orang java zaman dulu bilang: “sepi ing pamrih, rame ing gawe”, yang artinya: wahai orang-orang yang beriman, bekerjalah kalian secara profesional, jangan ribut mulu.

mgkn kata-kata mutiara itu di negeri ini jaman sekarang sudah out of date. hari-hari ini negeri ini dikelola dengan hiruk-pikuk. yang baru kemarin dan belum selesai adalah cicak vs buaya, sekarang ditambah lagi hiruk-pikuk lapangan banteng vs senayan. yang diributken adalah duit 6,7 T buat nalangi sebuah bank kecil yang brengsek. dengar-dengar kemarin ada demonstrasi meminta mbak sri mundur dari jabatan menkeu. temtu ada yang pro maupun kontra.
mas dahlan iskan, CEO jawa pos, kemarin di korannya bilang, dia eman dengan mbak sri, yang menurutnya seorang ekonom yang baik, bersih, cerdas, punya integritas dan berani. langka sekali orang seperti mbak sri di negeri ini. makanya mas dahlan iskan berharap, semoga ada orang yang mengatakan bahwa keputusan bailout waktu itu tidak keliru. mas dahlan iskan itu salah seorang pengusaha yang kreatif, tengok korannya yang ikut mendorong desentralisasi, dia yang memulai koran daerah, dengan radar malang, radar banyumas, radar jogja dst banyak sekali.
mbak sri, banyak orang bilang, adalah ekonom yang baik, bersih, berani, berintegritas. mungkin karena gak tahan ditonjok sana-sini, lalu dia ngomong di koran luar negeri (saya gak baca lha wong gak langganan, di desa gak ada koran itu, tapi saya baca beritanya di koran lokal). ribut-ribut pansus century yang diketuai orang pohon beringin itu tampaknya ikut mbawa-mbawa konflik lama antara mbak sri dengan mas ical (bos pohon beringin). saya kemarin melakuken wawancara gaib dengan teman saya yang ngantor di lapangan banteng (hehehe….wawancara gaib lewat komputer, saya sedang di java timur dia di java barat). berikut ini cuplikan wawancara itu (bukan transkrip sadapan telepon lho…)

saya (A): gimana kabarnya bosmu?
teman (B): baik-baik saja
(A): gimana sih ribut-ribut duit 6,7 T itu?
(B): wah repot mas, nanti saya njelasin ke sampean dianggap subyektif, mbela diri. tapi saya yakin bu sri ketika mengambil keputusan itu sudah dipertimbangkan dengan baik, profesional, tidak asal-asalan. dia ini punya integritas lho. bersih, pintar, berani. dulu dia berani bilang ke sby, kalau aburizal bakri tetap jadi menteri maka dia akan mundur, tidak mau jadi menteri lagi. nah kemarin ada demo nuntut dia mundur. kalau mundur, menurut saya, suatu kehilangan besar.
(A): kan masih banyak orang pintar dan bersih. misalnya pak darmin (darmin nasution)
(B): pak darmin memang pintar, bersih, seorang akademisi yang baik. tapi keberanian mengambil keputusan? belum tampak seperti bu sri yang berani. bu sri berani membenahi depkeu jadi lebih baik. langka orang seperti dia. kalau saya di posisi dia, saya juga gak yakin mampu menandingi keberanian bu sri.
(A): trus apa pertimbangan sebenernya pengambilan keputusan bailout?
(B): begini mas, memang bank century itu bank kecil, tapi saat keputusan itu dibuat, keadaan makro sedang krisis. di singapura saja dana nasabah sampai dijamin pemerintah. jadi pertimbangan pengucuran dana itu untuk menghindari rush. dulu tahun 98 bank sekelas BCA saja kolaps kena rush. sekarang ada 40-an bank jelek, yang kalau bank century ditutup dikhawatirkan menimbulkan kepanikan nasabah sehingga terjadi rush dan merembet ke 40-an bank jelek itu, akan terjadi rush besar-besaran. kalau ada bank ditutup kan secara psikologis nasabah bisa panik dan terjadi rush.
(A): menurutmu berapa sih yang layak untuk mbantu bank century? 6,7 T apa gak kegedean?
(B): ya kegedean banget
(A): dulu kan yang disepakati parlemen 600 M, kenapa kok bisa jadi 10 kali lipat yang mengucur?
(B): waktu itu menurut neraca cuma butuh 600 M. tapi setelah dikasi 600 M ternyata kekurangannya malah jadi besar. setelah 6,7 T dikucurkan, duit yang diambil nasabah gak sampai 6,7 T, masih ada 2,7 T yang di bank century.
(A): kalau menurut neraca cuma butuh 600 M, trus ini cuma bank kecil, kenapa bank itu gak ditutup aja? kan kondisi sekarang gak seperti krisis 98. nasabah sudah tahu mana bank sehat mana gak sehat. eh, jangan-jangan penyelamatan bank century itu cuma mau menyelamatkan nasabah kakap?
(B): nasabah kakap sebenernya cuma 5%, dan dana nasabah yang dijamin kalau dulu cuma 100 jt kemudian sudah dinaikkan menjadi 2 M. jadi sebenernya sih kalau bank century ditutup saat itu gpp, berdasarkan angka-angka lho.
(A): berarti sebenernya gak berpotensi sistemik ya?
(B): waduh pusing aku kalau soal sistemik itu. menurut angka-angka sih memang gak sampai sistemik, wong cuma bank kecil. tp saya juga gak ikut rapat jadi saya gak ngerti pertimbangan apa yang memutuskan spt itu.
(A): lho kalau sebenernya gak sistemik, kenapa dibilang sistemik?
(B): itu dia, sistemik yang bikin pusing. apalagi di rumah anak-anak lagi pada sakit sistemik. kena belek semua. hehehe….
(A): hehehe…..

catatan: chatting itu sudah saya edit sehingga sdh tidak asli sli lg….tapi tanpa mengubah substansi.

 

14 desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s