tidak ada “kebetulan” di dunia ini

Tidak ada “kebetulan” di dunia ini, semua telah diatur dan ada di bawah kendali-Nya, pun tidak ada “mungkin” di dunia ini, semua adalah pasti dan bisa terjadi karena kuasa-Nya. begitu bunyi di wallnya teman saya, laksmindra.

Ini mengingatkan saya kembali pada pelajaran teologi madzhab asy’ariyah yg dirumuskan oleh abu hasan al asy’ari. Madzhab ini paling banyak diikuti oleh umat islam di seluruh dunia, termasuk oleh imam-imam terkemuka seperti imam nawawi, ibnu hajar, dsb. Salah satu poin dari madzhab ini adalah: penerimaan tindakan “sewenang-wenang” tuhan.  Dorongan hebat di balik tindakan tuhan adalah “apa yg diinginkan-Nya” dan “karena kehendak-Nya”, dalam bahasa ngaji dulu adalah: qudrat dan iradat-Nya. Prinsip “karena kehendak-Nya” melahirkan gagasan occasionalism yg didefinisikan sebagai kepercayaan akan kemahakuasaan tuhan dalam kesendirian-Nya. Tuhan terlibat langsung dalam penyelenggaraan alam semesta (tuhan terus-menerus sibuk, tidak pernah istirahat), hal itu dipandang sebagai manifestasi lahiriah kesempatan-Nya (occasion).  Implikasinya adalah segala sesuatu dan segala peristiwa di alam semesta secara substansial bersifat terputus-putus dan saling bebas. Tidak ada kaitan antara satu peristiwa dan peristiwa lain kecuali melalui kehendak ilahi. Jika peristiwa A terkait atau berhubungan dengan peristiwa B, hubungan ini tidak terjadi secara alamiah tetapi karena tuhan menghendaki demikian.

Atomisme al Baqillani

Abu Bakar al Baqillani, seorang pengikut teologi madzhab asy’ariyah, mengembangkan teori atom yang diturunkan dari teks-teks suci al qur’an.  Alam didefinisikan sebagai segala sesuatu selain tuhan dan terdiri dari dua unsur berbeda, atom dan aksiden.  Sebagaimana teori atom democritus, atom dipostulatkan sebagai bagian yang tak dapat dibagi.  Partikel-partikel ini merupakan satuan paling fundamental yang dapat eksis dan darinya seluruh alam dibangun.

Ada 3 karakteristik atomisme al baqillani yang mampu menjadi penyangga metafisika teologi asy’ariyah:

Pertama: atom tidak mempunyai ukuran atau besar, dan homogen. atom merupakan dimensionless entities, tapi terpadu membentuk benda yang memiliki dimensi.  Ini berbeda dengan atom-atom democritus yg memiliki besar.

Kedua: jumlah atom tertentu atau berhingga (finite) dan menolak infiniteness dari semua madzhab atomis yunani, dengan dasar al qur’an surah al jinn ayat 28:”supaya Dia mengetahui, sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah tuhannya, sedang ilmu-Nya meliputi apa yg ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu”.

segala sesuatu terhitung, artinya berhingga.

Ketiga: atom-atom dapat musnah atau lenyap secara fitrah, atom tidak dapat bertahan untuk dua saat.  Al baqillani mendefinisikan aksiden sebagai sesuatu yg tidak bertahan lama.Pada setiap momen, waktu atom mewujud dan melewati ekstensi, durasi setiap atom adalah sekejap.  Atom-atom tercipta, musnah, tercipta lagi, musnah lagi, dst. Ini dimungkinkan melalui keterlibatan tuhan secara terus-menerus mencipta, memusnahkan, menciptata lagi, memusnahkan lagi, sampai tuhan ingin berhenti. Dalam al qur’an surah ar rahman ayat 29: …..setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Dalam perspektif ini, alam semesta dijelaskan sebagai berikut: alam tersusun dari atom-atom dan aksiden-aksiden serta mengalami penciptaan, penghancuran, dan pemusnahan secara terus-menerus.  Ketika tuhan menciptakan atom suatu benda, Dia juga menciptakan di dalamnya aksiden-aksiden yg membuat atom itu mewujud. Saat atom-atom itu lenyap, tuhan menggantikannya dengan atom-atom dan aksiden-aksiden yg jenisnya sama, selama tuhan menghendaki benda itu tetap ada.  Jika tuhan tak menginginkannya, tuhan tak akan mencipta lagi aksiden yg dimaksud.

Dalam perspektif ini , semua perubahan dalam skala makro, termasuk mukjizat, merupakan akibat proses atomik yg secara langsung dihasilkan oleh aktifitas ilahi. Misalnya, jika tuhan menginginkan transformasi tongkat musa menjadi ular dalam sekejap, maka tuhan akan menghentikan penciptaan atom-atom dan aksiden-aksiden yg membentuk tongkat, dan secara serentak menggantikannya dengan atom-atom dan aksiden-aksiden yg membentuk ular.

Implikasi dari perspektif ini adalah:

Pertama: pada tingkat atomik kita tidak dapat berbicara tentang perpindahan atom yg sama dari satu titik ke titik lain. Kita harus berbicara pemusnahan di titik semula, penciptaan kembali di titik kedua, dan hilang di antara keduanya. Sehingga eksistensi ruang hampa (ketiadaan) dipertegas, tapi kita tidak mempunyai konsep jarak newtonian.

Kedua: alam semesta merupakan wilayah keterpisahan (discontinue) dengan entitas yg saling bebas atau tidak saling mempengaruhi. Keseragaman urutan peristiwa alamiah hanyalah penampakan dan tidak nyata, dalam artian tidak memiliki eksistensi objektif.  “sebab-akibat” itu tidak lebih dari sekedar konstruksi mental atau kebiasaan dalam pikiran manusia.

Gagasan ini mempunyai kesamaan dengan teori atom modern.  Didasari teologi asy’ariyah, al baqillani berhasil merumuskan teori atom yg mempunyai kesamaan dengan fisika kuantum.  Meskipun punya kesamaan, tapi teori fisika kuantum mendapat inspirasi dari fakta empiris, tidak didasarkan perspektif teologi, sehingga menafikan keberadaan sang pencipta. maka tidak heran jika stephen hawking, pakar teori fisika yg terkenal karena sumbangannya di bidang fisika kuantum, menyatakan bahwa tuhan bukan pencipta alam semesta. Dia mengklaim tidak ada kekuatan ilahiyah yang dapat menjelaskan mengapa alam semesta ini terbentuk. Dalam buku terakhirnya, The Grand Design, dikutip oleh The Times, Hawking menjelaskan “Sebab di sana ada hukum gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri.”

One Response to tidak ada “kebetulan” di dunia ini

  1. cantika fitriansyah says:

    Bkn ny yg nggk ad di dunia it adlh CINTA… Karena cinta hnya dpt d rskan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s