masjid sabilal muhtadin

masjid sabilal muhtadin
dedicated to syekh muhammad arsyad al-banjary

tampak belakang

 

 

 

inilah salah satu masjid terbesar di kalimantan selatan. dibangun di tengah kota banjarmasin, di atas tanah seluas 100.000 m2 di bekas fort tatas peninggalan belanda. dinding, lantai bangunan utama seluas 5.250 m2 yang berlantai dua, dan turap plaza, dilapisi pualam. kubah utama berbentuk “tanggui”, (tanggui adalah topi khas wanita kalsel yang terbuat dari daun nipah) dengan diameter kubah 38 m. masjid ini dirancang mampu menampung 7.500 jama’ah di dalam masjid dan 7.500 jama’ah di halaman masjid.

disain keseluruhan bangunan mesjid, dengan kubah besar, tiang-tiang kokoh dan tegap serta dinding tebal dan padat yang keseluruhan dibalut oleh lebih kurang 14.830 M2 pualam kremmuda, seakan memberikan suasana berat dan kukuh.
pemilihan disain krawang untuk pintu utama, pintu samping dan dinding, memberikan keseimbangan antara ‘rasa berat’ tadi dengan ‘rasa ringan’ yang ditimbulkan oleh sifat ‘tembus pandang’ dari ornamen krawang tersebut. lampu hias (chandelier) yang terdiri dari 17 buah unit gantungan dengan ribuan bola kaca tersusun dalam lingkaran bergaris tengah 9 M, menimbulkan ‘rasa-ringan’ yang ditempatkan sebagai kontras terhadap fisik bangunan.

masjid ini memiliki beberapa bisnis seperti SPBU, aula, radio siaran. selain itu masjid ini juga memiliki lembaga pendidikan. SD sabilal muhtadin saat ini dikenal sebagai sekolah unggulan di banjarmasin.

masjid ini mulai dibangun tahun 1964, dengan bantuan perencanaan dari ITB. tapi banyak kendala sehingga sempat terhenti pembangunannya akibat peristiwa 30 september 65. kemudian dilanjutkan lagi tahun 1974 dengan perencanaan ditangani oleh PT Griya Cipta Sarana. masjid ini digunakan untuk pertama kalinya dalam kegiatan Idul Adha 1344 H (31 Oktober 1979 M). kemudian pada 9 Februari 1981 masjid ini diresmikan oleh presiden dan diberi nama masjid raya sabilal muhtadin sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap ulama besar syekh muhammad arsyad al-banjary (1710-1812 M) dengan salah satu karyanya yang terkenal kitab “Sabilal Muhtadin”. ulama besar ini semasa hidupnya memperdalam dan mengembangkan agama islam di kesultanan banjar. ulama besar ini adalah salah satu ulama nusantara yang dikenal dan dihormati melewati batas negerinya sampai ke Malaka, Filipina, Bombay, Mekkah, Madinah, Istambul dan Mesir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s