aflatoksin

ada teman saya yg crita, bapaknya dulu menderita kanker hati. dokternya bilang kemungkinan disebabkan aflatoksin yg dihasilkan jamur pada kacang. toksin yg mengendap di hati menyebabkan kanker. sang bapak ini diketahui memang penggemar kacang. trus gimana critanya kacang bisa berbahaya? eh bukan kacangnya yg berbahaya, tapi aflatoksinnya. apa itu aflatoksin?

aflatoksin itu toksin yg dihasilkan oleh aspergillus flavus. dari semua jenis bahan pangan hasil pertanian, kacang adalah yg paling mudah dicemari oleh jamur aspergillus flavus. bagaimana critanya aspergillus flavus bisa tumbuh di kacang? begini critanya, tanaman kacang yg sudah berbunga, setelah terjadi penyerbukan tangkai bunganya lalu merunduk dan bunganya mengarah ke tanah lalu masuk ke dalam tanah, mulailah buah kacang itu berkembang di dalam tanah. jika kondisi tanah tidak sehat bisa terjadi infeksi oleh aspergillus flavus pada buah kacang, ini bisa membuat biji kacang jadi kualitasnya jelek, bisa keriput. aspergillus flavus yg bercokol di biji kacang itu menghasilkan toksin yg lama2 terakumulasi dalam kacang itu.

infeksi aspergillus flavus juga bisa terjadi manakala penanganan pasca panen kurang baik, mulai pengeringan sampai penyimpanan di gudang (nah bagian ini teman2 teknologi pertanian lebih jago). aflatoksin ini tidak bisa hilang meskipun kacang sudah diolah.

dengar2, bahan lain seperti kedelai, jagung, kopi, kopra, cantel, kakao, beras, gaplek, jamu, juga bisa dicemari jamur ini. kalo bahan2 tercemar itu dimakan manusia jelas tidak sehat. repotnya lagi, kalo bahan makanan yg tercemar aspergillus flavus itu dijadikan makanan ternak, aflatoksinnya mengendap di ternak, kalau ternaknya dimakan manusia aflatoksinnya masuk ke tubuh manusia juga, jadi bioakumulator. menurut badan kesehatan dunia (WHO) kandungan aflatoksin dalam makanan masih aman dikonsumsi asal tidak melebihi 20 ppb.
jadi, katanya, kalau mau sehat pilihlah bahan makanan yg baik, penanganan yg baik, pengolahan yg baik. kalo kebiasaan orang indonesia kan yg bagus2 dijual yg jelek2 dikonsumsi sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s